MY TESTIMONI

ATTENTION!!!

LISTEN, READ AND UNDERSTANDING

 

Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh,

Syaalooom, salam sejahtera untuk kita semua,

SALAM MENDIDIK DI DAERAH TERPENCIL

 

            Perkenalkan nama an EDI PURWANTO tapi mendapat perubahan nama dari Kementrian Penamaan Republik Indonesia menjadi EDI PURWANTO, S.Pd (Sarjana Penuh Derita)  pada tahun 2013, lalu ke Papua mendapat perubahan lagi dari Kementrian Penamaan Provinsi Papua Kabupaten Jayawijaya yang ibu kotanya Wamena menjadi EDYIE KURISI, an ditempatkan di Papua tepatnya Kabupaten Jayawijaya, Papua sungguh luar binasa, udara yang sejuk masih banyak hutan, diselimuti deng pegunungan, tra banyak polusi, budaya yang kental, yang masih menjunjung tinggi nilai adat dan budaya, masyarakat yang social dan cinta perdamaian walaupun sering perang suku. Sungguh tra menyesal an ditempatkan di Papua dan an sempat menangis berlinangan air mata ketika an tiba di Papua dan satu kali an diajak jalan-jalan deng kepala sekolah menelusuri beberapa daerah sungguh mati an terharu deng daerahnya dan masyarakatnya.

Orang bilang jika ke Papua tra ke Jayawijaya atau Wamena maka disebut belum menginjakkan kaki di Papua, bagaimana bisa…….??? Jawabannya adalah karena Jayawijaya atau yang sering dikenal dengan Wamena (Wam = Babi, Ena = Jinak) merupakan jantungnya Papua. An berasal dari FKIP Prodi Bahasa Inggris angkatan 2009 yang mengganggur selama 2 tahun sebernarnya lulus tahun 2007, akhirnya bisa menggunakan TOGA pada tahun 2013, setelah lulus pasti GL4U, tapi yaa namanya Allah telah memberikan petunjuk dan jalan akhirnya An join ikut SM3T walaupun banyak tawaran pekerjaan di luar keguruan yang menggiurkan, namun apa arti nir pu S.Pd kalau tra diterapkan deng baik, karena nir pu gelar adalah tanggung jawab yang harus nir jalankan.

            Singkat cerita, an ditempatkan di SMP Negeri 1 Asologaima Desa Kimbim Distrik Asologaima, yang berjarak 28 Km dari kota, dekat tohh tra jauh lah, tapi an merangkap dan membantu sekolah lain seperti SD yang membutuhkan, tapi posisi an tra sebagai guru melainkan adalah sebagai operator sekolah datadik untuk SD atau sekolah yang membutuhkan namun di sekolah saya sendiri an sebagai guru Bahasa inggris, TIK, Keterampilan dan juga Operator Sekolah urusan Datadik. Wamena pu kehidupan memang keras, keras lah kalau bisa nir bilang, tapi kerasnya kehidupan itu bagaimana nir memandang sebuah kehidupan, syaratnya hidup di sini ialah jangan pelit, jangan sok, jangan sombong, jangan bertingkah. Hiduplah berdampingan dengan masyarakat laiknya mereka hidup tapi jangan lupa tetap teguh pada iman kita. Masyarakat di sini jika nir baik pada dorang maka dorang juga akan lebih baik kepada nir. An pu keluarga angkat di sini yaitu kepala sekolah, dorang su an anggap seperti keluarga sendiri, an tinggal deng 2 murid an yang baru naik kelas VIII SMP, dorang yang membantu an setiap hari yang penting nir sama-sama makan deng dorang su cukup. An pu murid” tu jauh sekali dari sekolah jaraknya 3 jam perjalanan kaki dan di belakang gunung. Tapi semangat dorang untuk belajarlah yang membuat an semangat yaitu walaupun hujan, lumpur, pecek (becek), lisin (licin) tra peduli tetap datang ke sekolah walaupun su terlambat 1 jam, itulah yang harus kita hargai dari dorang yaitu semangat dorang yang pantang menyerah, tegar dengan segala kerasnya kehidupan walaupun jika dorang tra ada beras dan tra mampu membeli yaa cukuplah hanya makan hipere (ubi jalar) dan sayur yang hanya direbus, rasa bersyukur yang ada di hati yang tra menuntut harus segalanya terpenuhi walaupun ingin sekali, cukuplah apa yang ada itu yang dimakan tanpa mengharap lebih. kadang Semangat bekerja mereka, walaupun masih kecil dorang su diajarkan cara bekerja atau mengurusi ternak, mencari daun, mencari kayu bakar, dan lain sebagainya. Kadang an teringat an pu murid bicara “Pak guru, guru-guru yang lain mana eee, kita mau belajar tapi tra ada guru ini, pagi kita bangun pagi-pagi, dating jauh-jauh, capek, dingin sampai sekolah tra ada guru lain” kadang mereka berkata demikianmaka dari mendidiklah deng sungguh-sungguh.

            Kawan semua jika kalian tahu pentingnya sebuah daerah dan budaya maka kalian akan merasa betapa kecilnya dan tra bergunanya kita bagi orang lain padahal di sisi lain banyak yang membutuhkan uluran tangan kita untuk membangkitkannya. Hargailah budaya kita sendiri budaya Indonesia karena itulah yang harus kita jaga bukan budaya luar apalagi Korea, banyak kearifan daerah, budaya dan masyarakat yang tra pernah kita tahu dan mengerti inilah saatnya bagi kita untuk berjuang dengan putra  putri bangsa kita.

            Ingatlah ketika kalian menyanyikan MARS MAJU BERSAMA ada lirik “mengabdilah dengan setulus hati”jika kalian pahami baik arti lirik itu maka kalian akan tahu bagaimana rasanya mengabdi deng setulus hati dibanding deng mengabdi mengharap uang atau pujian. Kawan bekerjalah, mendidiklah dan mengabdilah deng hati karena kita akan memperoleh kepuasan yang tra bisa dibayar dengan uang. Bekerjalah jangan menanti perintah tapi berkonsultasilah deng orang di atas kita yang lebih tahu dan mengerti, jangan pula kita menjadi orang yang segalanya bisa tapi merendahlah walaupun kita di atas mereka, jangan hanya mendongakkan kepala tapi merunduklah, jika ingin membantu mereka berbicaralah baik-baik tanpa membuat mereka merasa rendah, setra puasnya kita atau tra sukanya kita kepada guru tetap namun hargai mereka karena mereka yang pu tempat. Apa yang bisa kalian kerjakan kerjakanlah walaupun itu berat : “jika kalian ingin berjalan sejauh 10 km maka niatlah berjalan sejauh 20 km karena disitulah kita tra akan cepat merasa lelah”.

            Mungkin itu saja an pu pesan dan kesan selama mengabdi, semoga menjadi pelajaran dan bermanfaat dan juga bisa diambil hikmahnya, an pu kata-kata yang di atas ibarat pantat ayam artinya yang telur yaa silahkan diambil tapi yang ayam pu tai jangan diambil dan tinggalkan artinya yang baik silahkan diambil yang buruk kasih tinggal saja sudah, buang saja yang buruk.

            Untuk Pak Zen, Waaa Waaa Waa Waa su mau menginap di an pu gubuk dan menemani an selama semalam, tapi sayang Pak Zen tra mau makan ayam bakar batu, lain kali harus coba yang asli Pak.

            Oke semua Waa Waa Waa Waa Waa, Tetaplah Indonesia di Hati.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

 

AN PU PESAN YANG TERPENTING :

*       Jangan membawa Bekal banyak-banyak macam Shampo, Sabun, Rinso, Molto, Pembalut, gula kah teh kah susu kah kopi kah semuanya ada dan tidak beda jauh sekali dari pada kalian harus bawa susah-susah dan kena over bagasi yang lumayan mahal mending untuk belanja di sini. Dulu teman an ada yang sesat bilang tidak ada apa-apa harga mahal sekali rokok 50.000,00, shampo sachet 5.000 tapi banyak yang percaya akhirnya semuanya ikut tersesat kepada over bagasi yang luar biasa.

*       Bawalah barang yang penting dan perlu saja, kalau bisa jacket dan sleeping bag atau selimut dan ingat jangan percaya Pak Zen tidak perlu bawa sleeping bag karena di sana tidak terpakai (Hormat Pak Zen Maaf eee), dulu an hampir percaya namun berfikir ulang akhirnya perlu juga sleeping bag.

*       Jangan lupa makanan tradisional macam abon, bisa bagi an abon tidak???? hehehehehe

 

Kamus Bahasa :

a.      An : Saya

b.      Nir : Kita

c.      Tra  : Tidak

d.      Pu : Punya

e.      Waa : Ucapan salam atau terima kasih yang tak terkira

f.       Deng : Dengan

g.      Dorang : Mereka orang

h.     Su : Sudah