SM3T  ???????????

1 kata yang begitu bermakna dalam hidupku. 1 kata itu yang membawaku sampai ke daerah yang tak pernah saya jangkau sebelumnya. Daerah yang tak pernah saya pikirkan bisa sampai disini. Yaa, Awalnya saya bingung pas ditawarin ikut program ini, karena setelah lulus, gak ada kepikiran buat kemana2. Tapi, setelah ditawarkan dari sahabat kalau ada program mengabdi, yang nantinya bisa diangkat langsung jadi PNS ( katanya sih), orang tua saya yang kebetulan mendengar percakapan kami, langsung tertarik dan menyuruh saya ikut handil dalam mengikuti program tersebut. Apalagi setelah mengikuti program ini, dilanjutkan Kuliah PPG. Walau saya masih ragu dan berpikiran yang macam-macam terhadap orang tua saya, saya berpikir kok bisa sih orang tua saya menyuruh mengajar yang jauh-jauh??? Apa gak takut anaknya hilang atau gimana gitu, tapi lagi-lagi orang tua hanya bilang, ini demi kepentingan mu juga nak, demi masa depan mu juga, cari kerja di kota itu susah. Banyak saingan yang harus kamu hadapin. Setelah berpikir panjang dan merenung semalam, akhirnya saya memutuskan untuk ikut dan segera meminta tolong kepada sahabat saya untuk mendaftarkan ke program tersebut karena kebetulan daftarnya harus lewat On-line.

Tahap demi tahap saya lewatin, dan akhirnya saya LULUS dengan penempatan di SD GMIST Mutiara Kalihiang, Kab. Siau Tagulandang Biaro, Kec. Siau Timur Selatan, Provinsi Sulawesi Utara. Tanggal 14 Oktober, pertama kali menginjakkan kaki di tanah Siau. Jalan menuju tempat mengabdi yang begitu berliku dan memiliki beberapa kali tanjakan yang lumayan tinggi. Disini lah awal mulai hidupku dan pengabdianku. Saya menempati rumah yang begitu bagus, dilengkapi fasilitas yang lengkap, signal yang kuat, serta air yang berlimpah. Sekolah ku pun sangat dekat dengan tempat tinggalku. Sehingga saya tak perlu terlalu lama berjalan kaki untuk sampai ke sekolah tempatku mengajar. Guru dan murid-murid begitu ramah, begitu bahagia menerima kedatanganku. Walau Logat bahasaku dengan bahasa mereka berbeda, tapi itu bukan lah penghalang untuk menghalangi kami dalam berkomunikasi.

Alhamdulillah, warga disini semua ramah dan menghargai saya sebagai seorang Muslim. Karena di tempat pengabdian saya, warganya semua beragama Kristen Protestan. Hanya saya yang beragama Muslim. Tapi lagi-lagi, itu bukan lah penghalang saya dan mereka untuk tetap bersosialisasi. Selama menagabdi begitu banyak hal yang saya dapatkan, bukan hanya pengalaman dalam pendidikan, akan tetapi pengalaman dalam hal bersosialisasi dengan warga masyarakatnya, pengalaman dalam mempelajari adat istiadatnya sampai cara beribadah mereka. Disini lah saya mengerti dan mengenal arti hidup sesungguhnya. Bagaimana sebenarnya mengajar yang baik dan sesungguhnya itu. Semua telah didapatkan dengan mengikuti program ini.

Gak nyesel deh ikut SM3T ini. Walau penempatan jauh dari keluarga, akan tetapi tidak membuat saya jauh atau lupa sama keluarga. Selama komunikasi masih ada, kenapa gak??? Disini juga banyak mendapatkan keluarga baru, keluarga yang menganggap saya sudah sebagai anaknya sendiri. Yang selalu membimbing dan menjaga saya selama mengabdi disini. Oiya, murid-murid disini juga ramah-ramah, walau kenakalan mereka luar biasaaa. Sampai kadang kewalahan mengatasi mereka. Tapi itu wajar menurut saya, dimana-mana anak-anak seperti itu lah. Hanya kesabaran yang selalu saya terapkan dalam mengatasi hal tersebut. J

Dan akhirnya saya berkata, Terima Kasih SM3T!!! berkat kamu, saya begitu banyak mendapatkan pengalaman yang tak terduga, Persahabatan, Persaudaraan, dan Cinta. J

Semoga keberadaan kami selama kurang lebih 6 bulan bahkan sampai 1 tahun mengabdi disini membuahkan hasil. Bisa menciptakan anak didik yang berkompeten dan terus berprestasi. Semangat terus dalam berjuang dan berprestasi!!!!!! Maju Bersama Dalam Mencerdaskan Indonesia.

Salam SM3T……..

                                   

Salmiati, S.Pd