TANAH PAPUA......” DAERAH SASARAN SM3T UNMUL ANGKATAN IV/2014”

 

Oleh : Prof. Dr. A. Hardoko, M.Pd ( Ketua PPG-SM3T Unmul)

       Berbekal tekad yang bulat, semangat mengabdi yang tinggi, dan nuansa perjuangan di daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar), peserta SM3T Unmul siap berangkat menuju tanah Papua, tepatnya di kabupaten Sorong (Papua Barat) dan di Kabupaten Jayawijaya (Papua). Upacara pelepasan langsung dilakukan oleh Rektor Unmul Prof. Dr. Zamruddin Hasid, SE,SU pada tanggal 26 Agustus 2014, setelah selama 13 hari menjalani masa pra-kondisi. Dihadiri oleh seluruh peserta SM3T, instruktur pra-kondisi, dan pihak Dinas Pendidikan Wamena berlangsung dengan lancar. Dalam sambutannya pada penutupan pra-kondisi peserta SM3T, bapak Rektor berpesan agar seluruh peserta SM3T Unmul selalu berpegang pada prinsip: “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”.

       Sejuta harapan dan setumpuk impian diletakkan di pundak mereka dalam menjalankan tugas pengabdian di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T). Sebagaimana telah diputuskan dalam rapat koordinasi di Jakarta tanggal 12 Agustus 2014, ditetapkan bahwa Papua  menjadi daerah sasaran utama SM3T secara nasional. Hal ini disebabkan Papua memiliki paling banyak daerah 3T, sehingga kuota terbesar berada di Papua. Pada tahun 2014 ini, kuota untuk Papua sebanyak 1000 peserta, namun yang lolos pada saat seleksi akhir hanya 860 peserta. Salah satu dari LPTK yang ikut ambil bagian dalam penempatan peserta SM3T di Papua adalah Universitas Mulawarman.

 

 

 

     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hal ini menjadi kesempatan bagi Unmul untuk ikut berpartisipasi dalam mengemban tugas memajukan pendidikan di tanah Papua. Kegembiraanpun terpancar pada wajah setiap peserta yang akan menunaikan tugas berat namun mulia ini sebagai guru di daerah terpencil. Hal ini memberikan indikasi bahwa peserta SM3T adalah sarjana pilihan yang  tersaring lewat seleksi ketat secara nasional melalui tes on-line yang diikuti oleh 17 Perguruan Tinggi Negeri pengelola. Unmul tahun ini meloloskan  sebanyak 54 orang peserta yang tersebar dari berbagai program studi yang keseluruhannya menunaikan tugas di Papua.

      Perjalanan menuju tanah Papua dibagi ke dalam dua kelompok, kelompok Sorong sebanyak 24 peserta dan kelompok Wamena sebanyak 30 peserta. Kelompok Sorong dipimpin langsung oleh ketua PPG-SM3T Unmul, Prof.Dr. A. Hardoko, M.Pd didampingi seorang staf PPG-SM3T Unmul Hermansyah, dengan route Balikpapan- Makasar- Sorong, sedangkan kelompok Wamena dipimpin oleh sekretaris PPG-SM3T Unmul, Dr. Zeni Haryanto, M.Si didampingi seorang staf PPG-SM3T Unmul, Yudha dengan route Balikpapan- Jakarta- Jayapura- Wamena. Meski melelahkan, akhirnya masing-masing rombongan tiba di Kabupaten Sorong pada tanggal 28 Agustus 2014 dan Kota Wamena tanggal 28 Agustus 2014. Penyambutan dilakukan oleh Diknas Pendidikan Kabupaten Sorong dan Pemerintah Daerah Jayawijaya.  Sambutan pihak Diknas dan Pemda setempat yang penuh antusias dan hangat menambah semangat dan gairah para peserta untuk segera menjalankan tugasnya membangun Papua dalam ranah pendidikan.

       Penempatan ke sekolah sasaran sesuai plotting oleh Diknas Pendidikan dan Pemda Jayawijaya sudah disiapkan sesuai kebutuhan daerah masing-masing. Setiap peserta sudah memperoleh tempat dan langsung dipertemukan dengan kepala sekolahnya yang segera mengantar ke sekolah tempat mengabdi. Hampir keseluruhan sekolah sasaran SM3T berada pada posisi yang sulit, baik sarana jalan, transportasi, komunikasi dan ekonomi biaya tinggi. Kondisi siswa yang jumlahnya sedikit, fasilitas sekolah yang minim,  dan SDM guru yang amat terbatas (baik kuantitas, maupun kualitas) memberikan sisi perjuangan yang tidak mudah bagi setiap peserta SM3T. Uji nyalipun harus dijalani dibarengi dengan kemantaban, ketangguhan mental yang tinggi dengan segala pengorbanan demi merajut masa depan anak bangsa yang terpinggirkan di tanah Papua.

       Dengan semangat “Ora et labora” ( berdoa dan berkarya) menjadi senjata utama dalam menjalankan tugas mereka. Suka dan duka akan dihadapi semua peserta, bahkan mungkin lebih banyak duka daripada sukanya. Dukungan semua pihak, baik moril maupun materiil menunggu peserta SM3T dalam berkarya. Di atas semuanya, semangat daya juang yang tinggi, pantang menyerah dan tidak mengenal putus asa, gigih serta berani menghadapi resiko adalah bekal utama dalam menjalankan tugas mereka.

       “Viva SM3T,  maju terus pantang mundur”. Jadilah pelopor dan penggerak kemajuan pembangunan  dalam dunia pendidikan demi merajut masa depan bangsa Indonesia dan kesatuan NKRI. Padamu negeri, kami berbakti. Padamu Negeri kami mengabdi. Bagimu seluruh jiwa raga kami.

 

 Koordinator SM3T dan Kepala Bidang Peningkatan Mutu Guru Dinas Pendidikan Sorong 

  

Kelompok Jayawijaya

Kelompok Sorong